Mudik cihuy!
Assalamualaikum,
Mudiknya udah lama banget tapi postingan-nya baru sekarang (du du du du). Nggak apa-apa lah ya. Kalau mau skip diposting berasa sayang banget, soalnya ini kali pertama saya dan suami have a long trip bareng Damar. Yeay! Sebenernya udah mau posting dari kapan tau, tapi biasa penyakit malas melanda, keburu bapake duluan yang posting diblognya. Tak apeu lah.
Saya, suami dan Damar berencana mudik waktu lebaran. Perdana lebaran pulang kampung bareng suami dan anak rasanya seneng banget. Saya juga udah beli tiket dari jauh-jauh hari biar murah cin. Damar belum setahun jadi saya milih untuk naik pesawat biar nggak memakan waktu yang lama di perjalanan. Oia, btw, Saya mudik ke kampung suami, kota yang lagi nge-hits banget, Malang! Tapi jangan tanya ke saya, asik pergi ke Bromo dong? Ih.. boro-boro.. belum pernah cin. Dua kali ke Malang belum pernah ke Bromo tapi minimal udah ke JATIM Park. Hehehe. Kita semua udah seneng mau mudik, tapi apa daya kerjaan suami yang random waktunya, kita nggak jadi mudik pas lebaran. Kecewa juga rasanya, ditambah lagi nggak bisa lebaran bareng suami. Suami mesti jemput rizki di negeri orang. Hiks. Padahal ini lebaran pertama bareng Damar. Akhirnya kita berangkat bulan berikutnya sekitar bulan Agustus dan langsung ambil penerbangan paling pagi.
Pertama kali naik pesawat bawa bayi umur 11 bulan buat saya deg-degan. Saya parno kalau Damar nanti rewel, gelisah, bikin heboh, nangis kenceng atau pup diatas pesawat. Alhamdullillah, those things didnt happen to me. Damar seneng sekali lihat pesawat dan senang sekali naik pesawat. Saking senangnya dia sampai lelap tidur di pesawat. Ah ibunya seneng banget kalau anaknya anteng gini. Sampai di Malang sekitar pukul 12 siang langsung menuju ke rumah Nenek (neneknya suami alias eyang buyut Damar). Di rumah Eyangyut, Damar ketemu sama Mbah Eko dan Om Afi. Emang paling gampang ngerayu Damar biar nemlpok sama orang, cukup dilihatin motor dan diajak naik motor pasti udah langsung nemplok. Hahaha. Selama di Malang, saya dan suami memang niat mau liburan. Sebenernya sih ibunya yang pengen liburan. Hahaha. Maklum ibunya Damar lahir dan besar di Jakarta jadi norak kalau diajak pulang kampung. Tujuan liburan yang pertama adalah JATIM Park. Kita semua pergi naik motor. Sewa motor di malang nggak terlalu mahal (75.000 rupiah perhari plus dianterin motornya ke rumah). Om hafid, Tante Lia dan Hilal (sepupu Damar umur 10 bulan) ikutan juga. Yeay ramai-ramai ke kebun binatang.
Damar memang paling senang lihat binatang. Sebelum masuk ke Batu Secret Zoo, kita masuk dulu ke Museum Satwa. Damar kurang begitu interest, mungkin karena binatangnya nggak bergerak jadi dia kelihatan kurang senang. Malahan sibuk mau buka tali sepatu sendiri dan maunya jalan sambil lari-larian. Selesai di Museum Satwa, kita semua langsung ke Batu Secret Zoo. Nah disini baru Damar kelihatan antusias. Kalau di Ragunan Damar paling senang lihat rusa, disini Damar paling senang lihat berang-berang berenang. Damar jerit-jerit dan teriak-teriak sampai pengunjung lain juga ikutan heboh lihat Damar. Ah, this is what i love the most. Lihat anak sendiri senang banget itu rasanya luar biasa. :D
2 hari di Malang, tujuan selanjutnya adalah Jember. Kita semua ke Jember mau mengunjungi eyang Damar (Orang tua suami alias bapak ibu mertua). Perjalanan ke Jember lumayan lama karena kita mapir dulu ke Mojokerto, mengunjugi rumah Hilal (sepupu Damar). Sampai di Jember sudah malam dan langsung istirahat. Selama di Jember, Damar nggak mau mandi di kamar mandi, maunya mandi di depan rumah pakai bak. Walaupun dingin, nggak mau beres mandinya, tetep maunya main air. Di Jember, it is like papaya heaven. Yeay! Damar likes eating papaya so much. Bapak mertua saya punya pohon pepaya dan buahnya manis sekali. Saya seneng banget Damar bisa makan pepaya matang dari pohon biar nggak susah pup. Hehehe. Di Jember, Damar juga bisa makan pakai kaldu ayam kampung dari ternak sendiri. It was for free. Kalau lagi kepasar di Jakarta, saya suka garuk-garuk kepala dengar harga ayam kampung.
Walaupun cuma seminggu jalan-jalannya tapi kita semua senang. Senang karena jauh dari hiruk pikuk kota, penatnya kerjaan dan yang paling penting bisa menghirup udara bersih sih sih sih. Kadang saya berpikir enak juga kalinya nggak hidup di kota besar. Hidup di desa kayaknya lebih nyaman, bisa berkebun dan semua panen sendiri. I wish someday. :)
2 hari di Malang, tujuan selanjutnya adalah Jember. Kita semua ke Jember mau mengunjungi eyang Damar (Orang tua suami alias bapak ibu mertua). Perjalanan ke Jember lumayan lama karena kita mapir dulu ke Mojokerto, mengunjugi rumah Hilal (sepupu Damar). Sampai di Jember sudah malam dan langsung istirahat. Selama di Jember, Damar nggak mau mandi di kamar mandi, maunya mandi di depan rumah pakai bak. Walaupun dingin, nggak mau beres mandinya, tetep maunya main air. Di Jember, it is like papaya heaven. Yeay! Damar likes eating papaya so much. Bapak mertua saya punya pohon pepaya dan buahnya manis sekali. Saya seneng banget Damar bisa makan pepaya matang dari pohon biar nggak susah pup. Hehehe. Di Jember, Damar juga bisa makan pakai kaldu ayam kampung dari ternak sendiri. It was for free. Kalau lagi kepasar di Jakarta, saya suka garuk-garuk kepala dengar harga ayam kampung.
Walaupun cuma seminggu jalan-jalannya tapi kita semua senang. Senang karena jauh dari hiruk pikuk kota, penatnya kerjaan dan yang paling penting bisa menghirup udara bersih sih sih sih. Kadang saya berpikir enak juga kalinya nggak hidup di kota besar. Hidup di desa kayaknya lebih nyaman, bisa berkebun dan semua panen sendiri. I wish someday. :)
Comments
Jangan lupa kunjungi https://ittelkom-sby.ac.id/
Post a Comment